Another “Ketinggalan” Story..
Hmm.. pertama² sedikit pengumuman ga penting.. hehe.. barang” yang aku bilang ilang di postingan yang lalu akhirnya sebagian besar ketemu juga!
kalo map, untungnya pas pagi² ke kampus, itu mapnya masih ada.. kalo kalkulator.. setelah 2 hari mencari susah payah, akhirnya 2 hari kemudian itu aku nanya ke prakarya (OB di kampus) yang kmrnnya ngga dateng.. ternyata dibawa sama dia! owalah.. coba dia masuk dari kmrn.. khan ga usah kelabakan..
dan yang paling lucu.. jaket yang dikira ilang itu.. aku temuin di tumpukan baju² untuk kostum kabaret yang diletakkan begitu saja di ruang himpunan Sipil, pas aku lagi nyari baju² aku yang dipinjem untuk kostum.. halah².. ternyata sudah kukembalikan, dan temenku itu yang ketinggalan lagi..
Oh ya, ngomong² tentang kehilangan, jadi inget satu cerita yang aku baca di Kompas.. *abiz kesamber petir ga jelas jadi tiba² baca berita*
Ceritanya gini:
Ya Ampun, Bayiku Ketinggalan Pesawat
Rabu, 14 Mei 2008 | 11:45 WIB
VANCOUVER, RABU - Hari pertama di negeri orang tiba-tiba menjadi mimpi buruk setelah sebuah keluarga melupakan bayinya di bandara Vancouver. Padahal keluarga itu sudah naik pesawat menuju Winnipeg.
Ayah bayi laki-laki itu, Jun Parreno, Selasa (12/5), mengatakan, keluarganya telah bermigrasi ke Kanada dari Filipina. Mereka transit di Vancouver menuju Winnipeg dan mereka terburu-buru karena membongkar dan mengepak lagi tas-tas mereka. “Kami cuma punya waktu 10 menit sebelum boarding dan kami harus berlari menuju pintu,” kata Parreno.
Saat itu Parreno mengira, sang anak JM, bersama sang ibu dan kakek-neneknya yang sudah berlari di depannya. Sementara mereka berpikir, bocah 23 bulan itu bersamanya. Demikian dilaporkan situs harian The Gazette, Rabu (14/5).
Parahnya lagi, di dalam pesawat keluarga itu duduk di seksi terpisah, sehingga tidak tahu bahwa anak laki-laki mereka sedang lari ke sana kemari di bandara Vancouver mencari orangtuanya. “Petugas keamanan bandara lah yang menemukan bocah itu,” kata juru bicara Air Canada, Angela Mah.
Menurut Mah, karena bocah itu masih terlalu muda, maka ia tidak harus memegang boarding pass dan di dalam pesawat akan duduk di pangkuan orangtuanya. Yang membingungkan, Air Canada tidak menerima pemberitahuan apa pun tentang kehilangan anak dari penumpang pagi itu.
“Kami akhirnya memastikan bahwa orangtuanya kemungkinan dari Filipina, dan awak kabin kami telah berbicara pada mereka,” kata Mah. Maka, ketika pesawat itu mendarat di Winnipeg, Air Canada mengajak Parreno terbang kembali ke Vancouver untuk mengambil anak itu.
SAS
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
Setuju banget deh sama salah satu komentar di berita itu.. “Masak Kalah ama HP tuh anak???? HP aja ampe digantung….Laen kali anak juga digantung aja biar g ketinggalag lagi!!!!“
Berita aslinya berikut komentar²nya bisa dibaca di sini.






kalo sampe lupa anak bener2 tuuhh perlu diperiksa orang tuanya yak…!!!
Hue he h he, cerita ttg bayinya yg ketingagalan man paraaaaaah….. gak kebayang deh masa ada ortu yg bisa lupa anaknya sendiri? Yg biasanya terjadi klo bawa anak, pasti ada yg ketinggalan barang di pesawat. Inget dulu waktu Sheila masih kecil n masih pake strolley, di airport Melbourne, biasa kan lewat pemeriksaan barang2 pada waktu keluar, karena papanya repot sama kereta dorongnya Sheila, dompet yg isinya passport sama uang semua ketinggalan disana. Dan ingetnya udah di hotel…. Halah, pucetnya kita…. Tapi gakl berapa lama dianterin tuh ke hotel dompet gak kurang apapun..
Hehehehe…
Klo anak digantung, seumur-umur gak akan pernah ketinggalan. Alias Rest In Peace…
Klo anak sampe lupa mah itu kebangetan banget ya..

ada2 aja…